Tampilkan postingan dengan label my story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label my story. Tampilkan semua postingan

Januari 29, 2015

Manis, Kami Menyayangimu ^_^ (part II)

Setelah sebelumnya Manis secara tak sengaja terkunci di kamar En-en 😌, kali ini kembali membuat kami khawatir (terutama si Mama pastinya).
Sudah tiga hari ini Manis murung dan tak menyentuh makanannya sama sekali. Dua hari yang lalu dikasi makan obat cacing dan ternyata malah memperparah kemurungan si mmpuss..... 😿
Setelah akhirnya berkonsultasi dgn seorang teman yang sudah berpengalaman dengan dunia per-meong-an 😂, ia menyarankan untuk memberikan si mmpuss madu yang dicampur air hangat.
Dan...... setelah menunggu Manis seharian yang menghilang sejak subuh kemarin, akhirnya pukul 2 dini hari saat ia muncul kami pun beraksi kembali menjadi dokternya 😅.
Semoga siang nanti Manis sudah lebih baik dan sudah mau makan kembali 😤.

Manis yg murung sebelum diberikan larutan madu 😞

Dan....sekali lagi, Manis... kami semua menyayangimu 😘.

September 29, 2014

Semanggi

Setelah sekian lama bermain benang, akhirnya jadi juga my third pattern :) .
Awalnya, saat sedang bergelut dengan proyek tatting tetiba saja terpikirkan satu bentuk yang sepertinya bisa kubuat. Pertama kalinya kucoba dengan metode tatting, tapi sepertinya jadi tambah ruwet dan kehilangan bentuk. Lalu, kucoba lagi dengan metode yang lain >> crochet alias renda, dan jadilah ia. Taraaa......
        daun semanggi (clover leaf, Ing.) 
Dan ternyata, muncul juga penyesalan "kenapa tadi ngga pake benang ijo ya?" :D .
InsyaAllah, saya akan berbagi pattern-nya, tapi tidak kali ini. 
I hope you like this clover leaf ^_^

Mari bermain benang....... (^ï½°^)ノ

Juni 22, 2014

Kaos kaki rajut pertamaku ^o^

Sejujurnya saya agak berat posting tentang rajut-merajut karena saya masih belum bisa membuat karya sendiri. Lho kok??
Alasan terbesarnya karena saya tidak bisa berbagi pattern-nya secara bebas dan kalaupun hendak mencantumkan link sumbernya, seringkali saya sudah lupa link tersebut. Jadi, saya hanya bisa berbagi gambar di sini (ï½° ï½°;) >> maaf.....
Pada awalnya tak berniat untuk membuat kaos kaki, pasti ribet, begitu pikirku. Tapi, sewaktu melihat gulungan sisa benang yang lumayan besar akhirnya tergeraklah untuk mencoba. Selanjutnya, googling pattern kaos kaki untuk pemula yang lumayan cantik dan mudah dimengerti langkah kerjanya. Dan,..... tadaaaa (^O^)/ jadilah ia kaos kaki rajut pertamaku.... 
Sempat khawatir kalau nanti si kaus kaki tak akan mampu menampung kakiku, tapi..... alhamdulillah muat sodara-sodara (*^o^*). Waah....ternyata hangat juga hehe......
Dan.... kaus kaki itu pun kini telah berpindah tangan ke adik sepupuku sebagai kado ultah ke-26nya....
Sepertinya kaus kaki handmade bisa jadi alternatif kreatif bingkisan spesial untuk orang-orang tersayang kita.....
Selamat berkreasi (^-^)/

November 28, 2012

Manis, Kami Menyayangimu ^_^

Masih ingat si Manis?? Kucing "ndut" maskot Kinanti 99C .
Seperti biasa, bukan Manis namanya kalo tak ada cerita :)
Kali ini para angel dibikin heboh :D

"Before the Accident"
Berawal dari Senin malam lalu, Manis kembali membuat aksi yang selalu membuat para angel Kinanti 99C ber-tsktsk ria (hahay.....apaan sih?? )
Pada dasarnya Manis hanya menjalani rutinitasnya >> makan, mandi ala kucing, dan berburu kaki-kaki yang rela mengusapnya manja (heran ni kucing, jaraaaaang banget mau dipegang atau dielus-elus pake tangan..... #geleng-geleng kepala).
Nah, tak lama setelah itu Manis breakdance sodara-sodara :D (dan ia pun sukses menghadirkan tawa heboh kami bertiga, ya.....karena hanya kami bertiga yang nonton live aksi itu :D ). Kaget dengan tawa heboh kami, ia pun bengong (ekspresinya itu lho..... :D ) dan seketika itu ia pun lari terbirit-birit menjauh dari pandangan kami.

Truuuss..... it's dinner time (not for Manis but for ours :p ), hm......kali ini menunya ikan :)
Lha, kok malah cerita menu makan malam?? Karena semuanya berawal dari sini......
Bagaimanapun Manis tetaplah kucing biasa yang menganut paham "Bukan kucing namanya kalo ngga tertarik sama ikan" (jiaaah......semboyan apaan tuh...tsk...tsk....)
Dengan tanpa bersalah Qkoq, menyisihkan tulang-tulang ikannya untuk kudapan si Manis (pelit banget sih... >,< , masa cuman tulang doang??? dagingnya woiii....)
Gigitan (suapan apa gigitan sih?? #bingung.....) pertama >> lahap :)
Gigitan kedua >> ndus, jilat dan setelah itu berlalu.....
heh?? gitu doang?? oh, mungkin Manis kenyang, dan kami pun melupakannya......

Menjelang tidur.... (biasanya Manis datang, minta kudapan sebelum tidur atau cuma sekedar elusan kaki)
>> tak ada Manis berkeliaran

Dini hari..... (menjelang kick off Parma vs Inter, biasanya Manis membersamai menonton aksi skuad Biru-Hitam)
>> tak ada Manis berkeliaran

Shubuh.... (ini waktu santap sahurnya lho, Manis :) )
Lho....kok Manis tak jua nongol yak?? mulai merasa janggal....
dan, kamar Mama Manis pun terbuka lalu mengalirlah cerita janggal episode 2 >> Manis menginap di dalam kamar (haaah, nggak salah??? #kaget campur heran). Sekedar info: Manis selalu heboh dan stres kalau pintu kamar yang dimasukinya ditutup kawan. Mungkin ia pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan yang membuat ia trauma, begitulah kami menyimpulkan.
Jadi, wajarlah kalau acara menginapnya Manis menjadi kejanggalan episode 2.

Pagi hingga sore hari.....
tak ada yang menyadari ketiadaan si ndut karena semua sibuk dengan aktivitas kampus.
Hingga menjelang sholat Maghrib, Mama Manis sibuk memanggil dan bertanya keberadaannya. si Mama terlihat cemas (ya iyalah.......), karena ternyata hidangan untuk Manis masih utuh tak tersentuh. Nah, ini kejanggalan episode 3.

Angels in Action
Sekitar setengah sembilan malam, di ruang tengah Mama Manis heboh memangku dan memegang kedua kaki depan Manis, dibantu Ismi yang menahan rahangnya dan Chunny yang memeriksa geliginya dengan potongan lidi.
Hey.....ada tulang terselip di sela geligi itu (haaah...)
Karena si tulang tak jua mau berpindah, dan Manis terlihat amat tidak nyaman dengan posisi itu, kami pun mengatur strategi gerak cepat. Kali ini aku pun ikut turun aksi....
Masih dengan formasi yang sama dengan tambahan aksi mengelus-elus si Manis yang jadi tugasku dan kak Ella yang bertugas memegang senter.
Kami mencoba sekali lagi, mengeluarkan si tulang yang sudah mengganggu ketentraman warga Kinanti 99C. "Sudahlah Chun, tarik saja pake tangan. Kasihan Manis capek", begitulah koor kami.
Alhamdulillah tulang itu pun sukses tercabut, dan setelahnya Manis berlari terbirit-birit menyelamatkan diri. Terlihat Mama Manis berlinang air mata, bernafas lega dan aku pun sebelas-dua belas dengannya..... hiks...

Setelah itu >> ia pun makan dengan lahap (ya iyalah, secara dari pagi ia puasa :) ) dan untuk sementara "biarkan ia sendiri"

Pagi ini.....
Seperti biasa, Shubuh tiba dan Manis pun datang mengeong minta makan. Ok, it's my duty :)
Kusodorkan makanannya, ia hanya mengendus. Hm.....kenapa kau Manis?? Kucoba menyodorkan makanannya tanpa mangkok makannya alias langsung kusuapi, dan ia pun mau. Akhirnya ia pun makan dengan lahap setelah makanan itu kutumpahkan di lantai. :)
Dan ia pun kembali seperti biasa, bermanja dengan kaki dan mengejar capung yang terjebak masuk ruang tengah......
Dan kini, ia pun sukses terkapar seperti biasa di ranjang istimewanya.... :)

November 26, 2012

Menghitung Hari

Ups, judulnya mirip judul lagu ya..... hahay :D
Postingan kali ini terinspirasi dari komentar nee-chan sewaktu minta nasehat cara memindahkan pernak-pernik dari 'rumahku' yang lain....
Nah, "menghitung hari" saat ini merupakan kalimat yang pas banget....
Pertama, tepat tanggal 1 Desember nanti 'rumahku' tak lagi bisa diakses untuk pindahan, jadi mumpung masih boleh akses pindah-pindah, langsung meluncur dan angkut semua perkakas kemari, di rumah lama :D
Ternyata setelah tata sana-sini, sedikit tidaknya rumah lama tak begitu terasa lowong (baru nyadar, ternyata tahun ini aktif juga cuap-cuap di dumay, ckck....)
Terus, yang kedua, masih di tanggal yang sama pula, udah ada agenda yang sejak Oktober lalu sudah direncanakan (udah nggak sabar pengen segeraaaaa aja.......hohoho). Persiapan sudah rampung 80% (insyaAllah....), hanya tinggal mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan di hari-H.

Hehehe.....doakan semoga lancar yaaa....... makasih

November 16, 2012

Antara TESIS dan GALAU

Tak berbilang hari sudah menggeluti 'lima huruf' itu, hingga kini masih belum jua menemui hasil. Walau demikian, telah jua banyak terpetik ibrah sepanjang perjalanan menjalaninya.

Berawal dari"setiap kita punya cara tersendiri untuk menyelesaikan masalah"...
Ya......setiap pribadi itu unik, tak hanya soal fisik pun jua demikian halnya dengan kemampuan. Allah telah mencipta kita berbeda satu dengan lainnya (masyaAllah) bukanlah untuk dipertandingkan, tapi untuk disandingkan. Disandingkan pun tidak untuk diperbandingkan tapi tak lain adalah untuk saling melengkapkan.
Sering kali mendapati rericau tentang si 'ini' yang telah sukses berkarir atau si 'itu' yang telah berkarya dan akhirnya tentangku yang tak jua bergerak....
hanya bisa berkata,"Sungguh, bukanlah selama ini tanpa usaha tapi memang masing-masing kita memiliki takdir yang berbeda".

Selanjutnya"komunikasi hendaklah senantiasa terjalin, terlebih lagi dengan teman seperjalanan"....
Bagaimanalah mungkin perjalanan itu bisa dengan mulus dan indah terlewati jika antara yang menjalaninya tak satu pandangan.....
bagaimanalah mungkin suatu tujuan akan mampu tergapai jika antara pelakonnya tak berbagi keluh kesah.
Sungguh, harmonisasi itu penting, jika pun kemudian ia tak terjalin maka berpisah jalan adalah yang terbaik.

"jalani dengan sabar dan syukur"
Menjadi wajib bagi para pengelana dan pengarung kehidupan berbekal dua kata pamungkas itu....
karena dengan sabar kita belajar untuk menerima ketetapanNya yang belum tentu kita sukai
dan dengan syukur kita tetap ingat bahwa Ia ada membersamai

"melihat dengan kacamata berbeda"
tidak selamanya terlambat itu buruk, pun jua tak selamanya cepat itu terbaik....
belajar dari dongeng masa kanak-kanak berkisah tentang kelinci dan kura-kura..... atau pun juga kisah si keong dengan kelinci.....
berkisah yang sama dengan ibrah yang juga tak jauh berbeda.....
dan, sekali lagi"sesungguhnya tak ada kesia-siaan yang telah Allah tetapkan".

"karenasetiap kita istimewa"
Bolehlah sedikit berbangga, bukan untuk narsis tapi untuk memantik semangat diri karena tak ada yang lebih baik dari usaha terkecil kita yakni 'semangat diri'
cukuplah berkeyakinan dengan"Allah tidak membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya"...
karena beban ini akulah yang sanggup memikulnya, maka kini ia berada di pundakku, cukuplah demikian....

"ujian naik pangkat"
Ibarat anak tangga yang terus bertingkat maka begitulah kehidupan.....
setiap peristiwa adalah fase ujian untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi......
dan setiap tingkat memiliki level kesulitan yang berbeda pula.....

dan"jalani karena Allah"...
Sungguh, saat itu terpatri dalam diri, maka tak pernah ada rasa lelah menghampiri dalam menjalaninya.....
karena ada kekuatan cinta di sana...
bukankah cinta senantiasa sumber energi terbesar bagi sang pencinta untuk terus berkarya??
terlebih lagi jika kemudian karena cinta terhadap sang Pencinta
tak ada keluh kesah yang melemahkan jiwa....
tak ada gerutu yang tak bermutu...
yang ada hanya ikhtiar, do'a dan kemudian harap
karena yakin Ia tak akan pernah meninggalkan
hambaNya yang senantiasa mengetuk di pintu sepertiga malamnya......

Sebagai penutup tutur ini,"galau itu indah jika di dalamnya kita menyertakan cintaNya"